RAPAT KOORDINASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN BIDANG PEREKONOMIAN 2021

Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Bappeda Kabupaten Cilacap pada tanggal 16 Juni 2021 menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Perekonomian 2021 dengan tema “Rencana Pengembangan Kawasan Buah Jambusari”. Acara diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai I Kantor Sementara BAPPEDA Kab.Cilacap Jl. Soetomo No.28B.

Acara dibuka oleh Sekretaris Bappeda (Edy Supriyono, S.Sos, MM) dan dihadiri oleh Dinas Pertanian Kab.Cilacap beserta konsultan, Dinas Perkebunan Kab. Cilacap, Dinas Perikanan Kab.Cilacap, DPKUKM Kab.Cilacap, DISNAKERIN Kab.Cilacap, DPMPTSP Kab. Cilacap, DISPORAPAR Kab.Cilacap, DPUPR Kab.Cilacap, DISPERMADES Kab.Cilacap, DISKOMINFO Kab.Cilacap, DISHUB Kab.Cilacap, Dinas Kesehatan Kab.Cilacap, DLH Kab.Cilacap, DISPERKIMTA Kab.Cilacap, dan Kecamatan Jeruklegi.

Dalam sambutannya Sekretaris Bappeda menyampaikan bahwa maksud dilaksanakan rapat koordinasi tentang Rencana Pengembangan Kawasan Buah Jambusari kawasan ini diharapkan bisa dikenal oleh wisatawan, dan dapat mendongkrak roda perekonomian daerah akibat dari Covid 19. Tujuan diadakan rapat koordinasi ini yaitu agar OPD saling besinergi dan dapat memanfaatkan lahan seluas 26 Ha di Jambusari untuk dijadikan tempat wisata sehingga dapat menonjolkan wilayah Jambusari dan dapat menggerakan roda perekonomian wilayah tsb.

Acara Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah Buah Jambusari dipandu oleh moderator yaitu Kepala Bidang Perekonomian pada Bappeda Kab. Cilacap (Ir. Aris Sunarya, M.Si) dan pemaparan  dari Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kab. Cilacap (Budy Setyawan, S.Si) dengan tema ”Rencana Pengembangan Kawasan Buah Jambusari”. Dalam paparan disampaikan bahwa pengelolaan kawasan buah jambusari diharapkan menjadi plasma nutfah dan dapat memiliki daya tarik masyarakat sebagai objek wisata. Pada Kawasan Buah Jambusari terdapat berbagai macam varietas tanaman buah seperti jambu air, durian, manggis, sukun, kelengkeng, rambutan, jeruk, alpukat dan mangga yang sudah diplotkan per titiknya. Selain itu sudah ada beberapa hewan ternak di dalamnya seperti domba dan sapi, adanya keterbatasan anggaran menyebabkan beberapa spot masih dalam tahap pembangunan seperti gazebo, embung, area parkir, mushola dan kandang rusa. Ada pula tahap rencana pembangunan dan rencana penanaman tanaman semusim sehingga kebun buah semakin bervariasi.

Andi dari DISPERMADES mengharapkan ada 1 OPD yang menjadi leading sektor, perlu pengelolaan lokasi dari SDM setempat. Indri dari DPKUKM menyarankan agar menambahkan foodcourt tematik dan spot kuliner, sedangkan Ida dari DISPORAPAR mengharapkan Kebun Buah Jambusari bisa menjadi wisata terpadu yang didalamnya terdapat fasilitas permainan, adanya pengelolaan sampah, amphiteater dan storyelling tentang Kebun Buah Jambusari. Jamaludin dari DLH mengusulkan taman memiliki tema, sumber air juga harus diperhatikan. Daryono DISPABUN lahan seluas 11 Ha akan ditanam tanaman Kopi. Saran dari Dasro perwakilan dari Kecamatan Jeruklegi perlu adanya keterlibatan warga setempat untuk menghindari konflik sosial dan area parkir yang cukup luas untuk bus.

Sekretaris Bappeda memberikan saran untuk adakan kerjasama dengan pihak ketiga (investor), OPD pembenihan diharapkan dapat memberikan bibit unggul supaya tanaman yang dibudidayakan berasal dari bibit yang berkualitas.

Setelah sesi diskusi acara ditutup oleh Sekretaris Bappeda Kab. Cilacap.

Leave a Reply

Your email address will not be published.