Jun 05 2020

Temu Wicara Pemangku Kepentingan Mitra Program PINTAR

Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Program ini dibentuk oleh Tanoto Foundation, sebuah lembaga filantropi yang didirikanoleh Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei. Program telah dimulai sejak tahun 2018 dan hingga kini masih terus berkembang untuk memajukan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

Dalam rangka penyebarluasan berbagai praktik baik serta knowledge sharing antar Kabupaten/Kota mitra Program PINTAR, Tanoto Foundation mengadakan Temu Wicara dengan para mitra pada hari Kamis, 4 Juni 2020. Temu wicara yang diadakan via Aplikasi Zoom tersebut diikuti oleh 67 unsur yang diantaranya adalah BAPPEDA Kabupaten Cilacap. Dalam temu wicara tersebut, pihak Tanoto Fondation menyampaikan tentang pencapaian Program PINTAR per 31 Maret 2020. Pencapaian tersebut yaitu:

  1. Program PINTAR telah bermitra dengan 592 sekolah dasar (SD, MI, SMP dan MTs)
  2. Program PINTAR melatih dan mendampingi 732 fasilitator nasional dan daerah, 4889 kepala sekolah, guru dan pengawas serta 505 dosen LPTK
  3. Program PINTAR memberikan dampak kepada lebih dari 400.000 siswa dan 5.900 mahasiswa

Kemudian, pihak Tanoto Foundation melanjutkan dengan penyampaian hasil survey pelaksanaan pembelajaran jarak jauh Program PINTAR.  Adapun hasil survey terbagi menjadi 3 bagian yaitu Guru, Siswa dan Orangtua. Adapun ketiga bagian tersebut adalah sebagai berikut.

Guru

  • Aktifitas Pembelajaran Jarak Jauh Yang Dipilih Oleh Banyak Guru
Aktifitas Persentase
Memberikan tugas berupa soal kepada siswa 85%
Meminta siswa belajar dengan menggunakan buku teks
pelajaran
63%
Meminta siswa belajar menggunaan berbagai sumber
belajar digital
59%
  • Media Yang Digunakan Guru Selama Pembelajaran Jarak Jauh
Media Persentase
Whatsapp 95,5%
Telepon/SMS 33,6%
Google Clasroom 24,3%
Zoom 17,8%
Aplikasi Lain 3,4%

Siswa

  • Tanggapan Siswa Tentang Belajar Dari Rumah
Tanggapan Persentase
Menyenangkan 48,3%
Kurang menyenangan 46,8%
Tidak menyenangkan 4,6%
Tidak menjawab 0,3%
  • Alasan Siswa Menganggap Belajar Dari Rumah Kurang Dan Tidak Menyenangkan
Alasan Persentase
Terlalu banyak tugas 43%
Lainnya 32,2%
Tidak paham aplikasi yang digunakan 29,9%
Kegiatan yang diberikan guru membosankan 17,2%

Orangtua

Sebesar 87,6% orangtua telah diberikan petunjuk oleh guru untuk membantu anak belajar dari rumah. Namun, dalam pelaksanaannya sebesar 59,1% orangtua menemui kendala berupa kurangnya kualitas koneksi internet.

Temu wicara tersebut diakhiri dengan sesi diskusi antar pemangku kepentingan mitra Program PINTAR.

Leave a Reply

Your email address will not be published.