Jan 28 2020

Rapat Koordinasi Terkait Kejadian Banjir Lumpur di Jalur Selatan Jalan Nasional Pada Dusun Ciguling Harjo Desa Padangjaya Kec. Majenang dan Desa Rejodadi Kec. Cimanggu

Cilacap (28/Jan/2020), telah diadakan rapat koordinasi terkait banjir lumpur oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap. Bertempat di Ruang Rapat Sekda Kab. Cilacap, rapat dimulai pada pukul 09.00 WIB s/d selesai. Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab. Cilacap, Drs. Wasi Ariyadi, MM. dan dihadiri oleh OPD teknis di lingkungan Kab. Cilacap serta instansi vertikal terkait.

Dalam rapat tersebut disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  • Banjir lumpur pada hari minggu (5/Jan/2020) terjadi di tiga titik ruas Jalan Nasional, yaitu dua titik di wilayah Desa Padangjaya Kec. Majenang dan satu titik di wilayah Desa Rejodadi Kec. Cimanggu.
  • Terjadinya banjir lumpur dikarenakan adanya kegiatan tumpangsari pada lahan perhutani oleh warga yang menyebabkan tebing labil dan bersifat gembur, sehingga ketika terjadi hujan lebat akan membawa lumpur dari perbukitan ke jalan raya. Material lumpur yang ada di jalan raya mengakibatkan jalanan licin dan susah dilalui kendaraan.
  • Banjir lumpur sepanjang 100 meter tersebut menutup Jalan Nasional Jalur Lintas Selatan pada ruas jalan Batas Banyumas – Karangpucung di Kabupaten Cilacap yang mengakibatkan arus lalu lintas macet dan satu unit bus tergelincir.
  • Untuk membersihkan material lumpur yang menutupi Jalan Nasional Jalur Lintas Selatan tersebut petugas BPBD Cilacap dibantu polisi dan TNI menerjunkan alat berat. Material lumpur yang menutupi jalur selatan cukup tebal yaitu sekitar 10 cm.
  • Menurut keterangan dari BMKG Stasium Meteorologi Cilacap bahwa kejadian longsor yang terjadi di majenang tersebut masih berada di awal musim hujan dengan curah hujan masih berkisar 209 mm per hari, sedangkan puncak musim hujan yang diperkirakan mencapai 201- 500 mm per hari baru akan terjadi pada bulan februari sampai dengan awal Maret 2020, sehingga diprediksi masih akan terjadi banjir lumpur kembali apabila tidak segera ditangani sehingga diperlukan segera penanganan darurat.

Terkait penanganan banjir lumpur yang terjadi, hasil rapat menyebutkan:

  • Penanganan jangka pendek yang telah dilakukan adalah pembersihan material lumpur di jalan raya oleh petugas BPBD Cilacap dibantu polisi dan TNI dengan menerjunkan alat berat, pembuatan drainase tanah, pembuatan gorong-gorong pada jalan yang melintang, pemasangan cerucuk bambu serta pemasangan samsak untuk memperkuat drainase oleh Perum Perhutani Banyumas Barat bersama dengan Bala Pelaksana Jalan Nasional PPK Bts Banyumas-Karangpucung – Wangon.
  • Penanganan jangka panjang yang akan dilakukan adalah memperkuat tebing oleh Satker PJN Wilayah 2 Jateng melalui kegiatan Penanganan Longsoran pada Bts Prv Jabar- karangpucung-Wangon serta memperkuat penahan longsor dengan penanaman gebalan rumput dengan akar yang bisa menahan longsor oleh Perhutani.
  • Penanganan secara permanen yang diperlukan adalah koordinasi dengan perhutani, serta instansi vertikal lain terkait penanganan drainase dan jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.